Tidak bisa di pungkiri,dari mulai menginjakkan kaki di sekolah dasar (SD) kita pasti sudah memiliki cita-cita, dan berharap suatu saat nanti kita bisa menginjakkan kaki di tempat yang sudah kita cita-citakan sejak Sekolah Dasar itu. Tidak sedikit waktu dan perjuangan yang kita korbankan untuk itu, bayangkan saja dengan melalui 6 tahun di Sekolah Dasar, 3 tahun di Sekolah Menengah pertama, 3 tahun di Sekolah Menengah Atas, dan tidak sedikit diantara kita yang berhasrat untuk melanjutkan pendidikan kita ke Perguruan Tinggi selama 4 tahun dengan harapan suatu saat nanti kita akan menggapai cita-cita yang sudah lama kita angan-angani.
Jumat, 28 Desember 2018
SUSAH MENCARI PEKERJAAN ? MUNGKIN KAMU BUTUH INI ...
Tidak bisa di pungkiri,dari mulai menginjakkan kaki di sekolah dasar (SD) kita pasti sudah memiliki cita-cita, dan berharap suatu saat nanti kita bisa menginjakkan kaki di tempat yang sudah kita cita-citakan sejak Sekolah Dasar itu. Tidak sedikit waktu dan perjuangan yang kita korbankan untuk itu, bayangkan saja dengan melalui 6 tahun di Sekolah Dasar, 3 tahun di Sekolah Menengah pertama, 3 tahun di Sekolah Menengah Atas, dan tidak sedikit diantara kita yang berhasrat untuk melanjutkan pendidikan kita ke Perguruan Tinggi selama 4 tahun dengan harapan suatu saat nanti kita akan menggapai cita-cita yang sudah lama kita angan-angani.
Namun bagaimana kalau seandainya semua pendidikan
itu sudah kita lalui, namun yang kita harapkan tidak tercapai. Banyak diantara kita
telah merasakan kejadian ini, termasuk saya salah satunya.
Saya adalah salah satu lulusan
perguruan Negeri yang baru lulus Desember 2017, iya bisa dibilang tepat
waktulah, setelah saya resmi di wisuda kan saya langsung bergegas menyelesaikan
semua kewajiban saya agar dapat segera mengambil selembar kertas yang sekian
lama saya tunggu-tunggu dan saya perjuangkan selama 4 tahun 3 bulan, dan tidak
lama akhirnya saya mendapatkannya dan sebelumnya saya sudah menyiapkan surat
lamaran dan men-design CV sedemikian rupa, berharap waktu saya lemparkan ke
perusahaan pihak perusahaan dapat menerimanya.
Ternayata tidak semudah yang saya bayangkan, dari sekian banyak lowongan pekerjaan
yang saya lamar tidak sedikit perusaan yang meloloskan berkas saya hingga ke
sesi seleksi tertulis, tapi kebanyakan perusahaan swasta sih 🤣🤣🤣🤣, dari hasil
tes itu juga banyak pula perusahaan yang menolak dan menyatakan saya gugur di
seleksi tertulis itu, mungkin banyak yang salah kali yah hasil dari jawabannya,
Hampir 8 bulan lamanya saya menjadi seorang
pengangguran sejati, dan tersiksa akan keadaan ini, tidak banyak yang bisa aku
lakukan selain berusaha dan berusaha, saking terhimpitnya keadaan saya, tidak
sedikit pula saya mengajukan lamaran keluar daerah seperti di kalimantan,
daerah Jawa dan sebagainya, tapi tetap saja tidak ada yang membuahkan hasil,
saya berfikir apa yang kurang dari saya, saya sudah melampirkan apa yang
menjadi kemampuan saya di dalam CV itu, dan menurut saya itu sesuai dengan yang
di butuhkan perusahaan yang saya lamar tersebut. untuk memperkaya pengalaman kerja saya, sampai-sampai saya mengikuti pelatihan di BLK selama 5 bulan untuk 2 jurusan, memang dalam waktu yang cukup lama itu banyak penglaman yang saya dapatkan, namun setelah sekian lama berlarut-larut di
dalam kesedihan dalam perjuangan saya, suatu malam saya coba menenangkan diri dan
merenung kan semuanya, saya berfikir ada yang kurang dari perjuangan saya selama
ini yaitu “DOA”
Saya coba merubah pola pikir
saya, dimana saya berusaha dan bekerjadisitu saya akan iringi dengan doa,
memang sewaktu saya di bangku kuliah saya sering mengikuti kegiatan PA (Pendalaman
Alkitab) dimana di kegiatan ini saya biasa bercerita apa yang menjadi kendala
saya, banyak yang menjadi bahan cerita saya dari perjuangan dalam mencari
pekerjaan, pergumulan, dan belum lagi masalah-masalah internal lainnya.
Saya bersyukur ada dalam kegiatan ini, selain
menguatkan, dari kegiatan ini juga memberikan saya motivasi yang kuat untuk
terus berjuang.
Setelah sekian lama menunggu dan berjuang dan
di sertai dengan doa dan terkadang sampai menangis karena saya selalu
bertanya-tanya kapan saya bisa memberikan kebahagiaan kepada orang tua saya.
Dan memang kuasa Doa tidak ada yang bisa
menandinginya, dengan berusaha belajar dari kegagalan dan diiringi doa yang
penuh dengan ketaatan saya akhirnya mendapatkan pekerjaan.
Walaupun memang pekerjaan ini terbilang tidak sesuai dengan gelar
Sarjana Teknik yang saya dapatkan semasa wisuda dulu, satu pelajaran yang saya
selalu renungkan dalam pergumulan saya, menjadi orang yang benar-benar sukses
itu tidak instan mesti banyak proses yang harus dilalui. Saya selalu menyempatkan
waktu saya untuk membaca-baca artikel inspirasi dimana orang-orang sukses
seperti Jack Ma dan Mark Zuckerberg, mereka harus berjuang dari bawah terlebih
dahulu, dengan sabar dan tekun akhirnya perjuangan yang tidak mudah yang mereka lalui akhirnya mereka dapat menjadi
orang-orang sukses dan termasuk di daftar orang terkaya di dunia hingga sekarang.
Di artikel ini saya hanya akan
memberikan masukan dan motivasi saja, seperti judul artikel saya ini bagi siapa
saja yang sedang berjuang mencari pekerjaan hingga saat ini, anda hanya perlu
belajar dari kegagalan, perbanyak pengalaman & skill anda dan tidak salah juga anda ceritakan masalah anda ini ke
orang-orang terdekat anda, agar mereka dapat memberikan motivasi dan dukungan,
dan yang paling utama doa bawa masalah ini ke dalam pergumulan anda, karena doa
dan pergumulan andalah yang mampu merubah segalanya. Sempatkan diri untuk
membaca artikel atau buku-buku motivasi, karena selain menambah wawasan anda
akan di kuatkan dengan cerita dari orang-orang yang pernah mengalami masalah seperti
yang anda rasakan ini, dan akhirnya sekarang mereka sukses.
Dan itu jugalah yang menguatkan saya sampai saya mendapatkan
pekerjaan di sebuah perusahaan pelayaran milik swasta saat ini.













